Alat Bukan Penghalang, MBGKG Juara I Drum Battle

SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar berhasil meraih juara pertama pada ajang Drum Battle yang diadakan oleh Jembatan Budaya School Denpasar (2/11) lalu. Kegiatan perlombaan dilangsungkan selama dua hari yang dimulai pada Kamis (1/11) yaitu penentuan posisi tampil dan lawan tampil. Kemudian, dilanjutkan pada keesokan harinya dengan battle. MBGKG pada awalya berhasil meraih peringkat kedua dengan lawan tampil SD Saraswati 6 Denpasar.

Setelah berhasil menaklukkan lawan pertamanya dari SD Saraswati 6 Denpasar, MBGKG akhirnya mampu melenggang ke final. Di final, GKG harus berhadapan dengan MBJB School yang sebelumnya telah berhasil mengalahkan SD Fajar Harapan. Setelah battle selama  12 menit akhirnya MBJB School harus mengakui skill yang dimiliki oleh para pemain MBGKG.

Hasil ini memberikan rasa bangga pada para pemain MBGKG. Perasaan bangga muncul karena merasa bahwa perjuangan mereka selama satu setengah bulan tidak sia-sia. “Senang karena tidak percuma melakukan persiapan yang cukup lama,” ungkap Rama Sedana, Ketua Unit MBGKG 2017-2018. Senada dengan Rama, I Gusti Ngurah Nata Wikania, pendamping MB, juga merasa yakin bahwa anak-anaknya akan mampu mendapakan hasil yang memuaskan. “Berdasarkan pengamatan saat latihan dan gladi, sepertinya kayakinan untuk keluar menjadi pemenang ada,” ujarnya. Dirinya juga mengaku puas dengan hasil yang diraih meskipun ada beberapa catatan kecil yang menyebabkan berkurangnya poin.

Ada Hal Unik

Ada beberapa fakta menarik pada penampilan MBGKG saat itu. Yang pertama adalah MBGKG menggunakan kaos putih dan celana training 3/4, terlihat sangat serasi. Yang kedua adalah jumlah personel MBGKG yang ikut battle adalah 17 orang. Yang ketiga adalah MBGKG meminjam beberapa peralatan dari UNUD dan SD Saraswati 2.

Selain beberapa hal di atas, hal menarik juga terjadi saat final battle, yakni MBGKG meminjam alat dari lawan yang sedang dihadapinya. Hal ini terasa janggal karena tidak lazim meminjam “senjata” pada musuh saat berperang. Jadilah setelah tampil mereka bergegas mengambalikan kepada lawan. Hal ini tidak dibantah oleh pendamping maupun ketua unit. Alat yang dipinjam adalah lima buah bass drum dikarenakan milik MBGKG saat itu tidak laik digunakan untuk lomba. “Memang terkesan agak malu harus meminjam alat apalagi pada musuh. Akan tetapi, memang jarang ada MB yang punya alat komplit. Di samping itu bass drum milik SLUB juga tidak laik untuk digunakan saat bertanding. Untungya pelatih kami sama dengan di JB jadi itu memungkinkan kami lebih mudah untuk meminjam alat kepada meraka,” tambah pendamping.

Rupanya, sportifitas sangat dijunjung tinggi oleh kedua tim, yaitu MBJBS dan MBGKG. Hal itu terlihat setelah pengumuman, mereka justru tertawa bersama seolah semua adalah satu tim.

Meskipun belum merasa begitu puas, ketua unit MBGKG berharap ke depannya MBGKG bisa bertemu dengan tim yang tangguh seperti SMANSA atau SMANSAKU. “Sebenarnya lawan yang kami inginkan diajak untuk bertanding adalah SMANSA atau SMANSAKU karena kedua sekolah itu memang adalah sekolah yang berat untuk dikalahkan,” katanya.

"Semangat terus MBGKG, kumandangkan kembali SLUB, kibarkan kembali panji panji Saraswati" - Lentera