Bali Mandara Nawanatya III, SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar Sukses Bawakan Janger Lelampahan

SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar melalui ekstrakurikuler tabuh dan tari sukses menampilkan pagelaran Janger dalam rangkaian kegiatan Bali Mandara Nawanatya ketiga (15/4). Bertempat di kalangan Ayodya, Art Centre, Denpasar. Gabungan siswa-siswi dari kedua ekstrakurikuler yang diwadahi dalam sebuah kelompok seni bernama Swara Kumara Santhi tersebut membawakan lakon “Sunda Upasunda” pada lelampahannya. Secara garis besar cerita yang dikemas seperti dolanan anak-anak ini menceritakan tentang kakak beradik yang bertengkar dikarenakan memperebutkan seorang gadis, pada cerita gadis tersebut tidak lain adalah bidadari Nilotama. Pengemasan dengan beberapa humor khas anak-anak membuat suasana pementasan sangat hidup saat itu. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya gelak tawa dan tepuk tangan penonton selama pementasan.

                Swara Kumara Santhi (Swakusha) melibatkan 44 orang pemain janger pada pagelaran, yang di antaranya terdiri atas 20 penari, 17 sekaa gong, dan 7 orang gerong. Seluruh pemain sebagian besar diambil dari siswa kelas VII dan kelas VIII, menimbang kelas IX harus mempersiapkan diri menghadapi UN di bulan yang sama.

                Ida Bagus Gede Adnyana, S.Pd., pembina Swakusha mengaku sangat bangga dan senang melihat penampilan anak didiknya. Hal ini tentu saja tidak terlepas dari usaha yang keras oleh para pembina lain dan ketekunan seluruh pemain untuk berlatih. “Saya sangat bangga melihat perubahan kualitas penampilan mereka dari latihan sampai tampil, perkembangannya sangat pesat,” ungkapnya. Tidak banyak kendala yang dihadapi pelatih saat pelatihan. Anak-anak yang disiplin menyebabkan seluruh ide cerita cepat masuk dan dipahami. Meskipun sebenarnya menurut Ida Bagus Gede Adnyana kondisi transisi anak-anak SMP menuju kedewasaan masih menjadi kendala. Suara yang berubah menjadi parau adalah tantangan tersendiri bagi tim pelatih. “Biasalah anak-anak, keseriusan mereka agak kurang dan ini memerlukan pendampingan yang ekstra. Kalau dikerasi mereka bisa ngambek. Perubahan suara juga menjadi kendala tersendiri bagi kami. Sangat sulit me-match-kan suara mereka semua,”tambahnya.

Diapresiasi Kurator

                Rupanya ada hadiah yang sangat spesial didapatkan oleh kelompok seni Swakusha. Di akhir penampilan, salah seorang kurator BNW III, menghampiri pelatih dan mengucapkan kepuasannya setelah menyaksikan penampilan Janger oleh SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar. Dari awal dibuka, sampai saat ini, menurutnya baru Janger milik SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar-lah yang masuk kategori atau pakem yang telah ditetapkan oleh panitia. Hal ini tentu saja menjadi stimulus yang luar biasa bagi Swakusha. “Ucapan yang datang langsung datang dari tim kurator adalah motivasi bagi kami untuk menjadi lebih baik pada masa yang akan datang, “ tutur pembina. (lp)