Sukseskan GLS, SLUB Laksanakan Program Satu Hari, Satu Siswa, Satu Buku

Setelah terhambat lebih dari setahun, akhirnya pada awal tahun pelajaran 2017/2018 lalu, SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar memantapkan komitmennya untuk turut serta menyukseskan program Gerakan Literasi Sekolah (GLS).

Rupanya kegiatan yang mengambil tema “SLUB Membaca Satu Hari Satu Siswa Satu Buku” ini mendapat sambutan yang positif oleh guru dan siswa. Hal tersebut dibuktikan dengan masih diterapkannya program ini oleh sekolah setelah berlangsung lebih dari satu semester. Program GLS awalnya adalah seruan dari Menteri Pendidikan, agar semua sekolah menyisipkan kegiatan membaca sebagai bentuk pembentukan karakter siswa sejak dini.  GLS merupakan bentuk dari pemerintah untuk membiasakan anak didik dalam membaca.

            Menurut keterangan Ketua SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal) yang sekaligus menangani GLS di SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar, Ida Bagus Gede Adnyana, S.Pd., kegiatan GLS sebenarnya sudah dilakukan selama satu tahun. Akan tetapi, baru berjalan maksimal pada tahun pelajaran 2017/2018. “Semenjak diserukannya program GLS ini, sekolah membentuk tim. Setelah rapat dengan dewan guru yang lainnya, akhirnya diambilah keputusan melaksanakan kegiatan membaca 15 menit sebelum pelajaran dimulai,” ungkap beliau.

 Pelaksanaan GLS diawali dengan sosialisasi oleh wali kelas kepada seluruh siswa. Kemudian, dilakukan pendataan terhadap seluruh  siswa untuk mengetahui buku yang bisa mereka bawa. Buku yang telah dibawa, selanjutnya dikumpulkan pada tiap box yang telah disediakan oleh sekolah untuk masing-masing kelas. Buku inilah yang harus siswa ambil menjelang kelas dimulai, tepatnya pada pukul 07.15 WITA sampai 07.30 WITA.  Seluruh guru yang mengajar pada jam pertamalah yang bertugas untuk menulis seluruh proses kegiatan di masing-masing kelas melalui sebuah jurnal khusus yang disediakan sekolah. Apabila sudah selesai, seluruh siswa harus membuat laporan kegiatan membaca yang telah mereka lakuan pada jurnal yang telah disediakan.

Di satu sisi, Dra. I G. A. A. Adnyani, M.M., Kepala SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar berharap kegiatan ini harus sebisa mungkin ditingkatkan mulai dari proses pelaksanaan sampai pada keterlibatan siswanya. “Kegiatan ini masih perlu ditingkatkan karena saya liat, anak-anak sudah membaca tapi masih perlu ditingkatkan karena masih ada beberapa laporan dari wali kelas tentang adanya siswa yang masih kurang membaca,” tegas beliau. Pihak sekolah juga memiliki cara tersendiri guna menyemangati anak didik mereka dalam membaca, yaitu, dengan memberikan reward atau hadiah bagi siswa yang rajin membaca dan mengisi literasi. ”Oiyaa pasti, reward itu pasti jadi!,” serunya. Kegiatan literasi ini sebenarnya sangatlah positif guna menumbuhkan minat membaca sejak dini. Oleh karena itu, kegiatan ini harus terus dipertahankan dan dievaluasi setiap waktu. “Kami akan selalu melakukan evaluasi untuk lebih menyempurnakan dan memperbaiki hasilnya,” tambah kepala sekolah. (icp) (sdp)