Siswa SLUB Raih Juara 1 Lomba Membuat Sate Renteng Hut Kota Denpasar

Raut bahagia terpancar dari keempat pelajar SLUB ini. Mereka tak pernah menduga untuk membawa piala Juara I Lomba Membuat Sate Renteng dalam rangka “Kreatifitas Warisan Adat Budaya Dalam Rangka Hut Kota Denpasar Ke 230”.

Rabu, 21 Februari lalu, SLUB mengirim empat anak didiknya yaitu Gede Dimas Arya Yudha Wedakarna, Ni Ketut Laksmi Maheswari Putri,Dewa Gede Ari Kesuma Tirta Yasa, I Ketut Yudhi Sandiyasa untuk mengikuti lomba yang diadakan oleh Dinas Kebudayaan Kota Denpasar ini. Untuk lomba membuat sate renteng ini, peserta dari SLUB melakukan persiapan latihan sebanyak empat kali. I Gusti Ayu Sekarini, S.Pd,  Pembina tim SLUB ini tak menyangka bahwa tim yang ia bina ini berhasil membawa pulang juara pertama. “Ibu sangat bangga dan tidak menyangka sama sekali,” tuturnya. Tantangan utama yang dihadapi Pembina dan tim adalah sekolah lain yang jumlahnya lumayan banyak dan pakem budaya Bali untuk pembuatan sate. “Tantangan sangat berat mulai  dari saingannya yaitu saingan dengan sekolah lain yang banyak, kriteria yang dinilia harus sesuai dengan pakem budaya Bali juga,” tambah I Gusti Ayu Sekarini. Tak jauh berbeda, Dimas Arya Yudha, salah seorang peserta dari kelas IX A ini merasa sangat senang dan tidak menyangka karena saat latihan sedikit yang membuahkan hasil yang memuaskan itu semua juga tak luput dari doa kita sebelum lomba. Dibalik semua itu remaja putra ini juga mencertikan suka dukanya mengikuti lomba ini yaitu waktu latihan yang berbentutan dengan kegiatan lain, yakni kegiatannya sanggaranya. “Tantangannya bagi waktu, mau pemantapan trus caranya anggar sempat latihan yaitu latihannya sepulang sekolah tapi itu tidak setiap hari jadi kita bisa belajar untuk mempersiapkan pemantapan dulu, jadi kita atur waktu dan bikin jadwal dulu biar semua anggota tim bisa ikut latihan, yaa semua kan punya kesibukan masing-masing jadi kita harus pandai-pandai mengatur waktu agar bisa latihan bersama,” ungkapnya.

Pembina berharap SMP (SLUB) Saraswati 1 Denpasar kembali mampu berprestasi pada bidang yang sama di kemudian hari, tentunya dengan hasil yang lebih memuaskan lagi. “Buat siswa/siswi yang berhasil maupun belum berhasil mendapatkan pelajaran mengenai membuat sate renteng yang mana itu digunakan seterusnya untuk budaya Bali baik upacara Manusa Yadnya,Dewa Yadnya maupun Pitra Yadnya.” (lp).

Bagikan artikel ini:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *